Showing posts with label Duraring XxX. Show all posts
Showing posts with label Duraring XxX. Show all posts

Tuesday, June 29, 2010

S..E..P.. I



Kubuka jendela
dan sambut mentari
hangat terasa di dada

seakan membelai manja
aku tak perduli

kumainkan gitar
namun tetap sepi
kucoba bertanya dihati
apakah gerangan ini
yang sedang terjadi

memang kusadari
aku rindu padamu
kuyakin kamu mengerti

memang kumiliki
rasa cinta padamu
kuakui semuanya
tapi.... kita sudah berjanji
kuyakin kamu mengerti

terlintas bayangan
saat kita berdua
berbagi prasaan yang ada
canda tawa kita nikmati bersama

indah...!!!

dalam benaku
ingin waktu itu terulang kembali
kerinduan ini membunuhku

sayang,kamu dimana?
aku rindu padamu
aku menginginkan kamu disampingku

cinta, kenapa kamu pergi..
pergi jauh dari hidupku
ruang ini sepi...
sepi tanpamu.

kembalilah kasih..

Lanjutkan......

Sunday, January 24, 2010

kesadaranku

hari-hari telah pernah aku lalui
tertutup mata dan batinku
hingga kuterjatuh dalam kehancuran
menoreh hitam dijiwaku

kini aku tak mau menyentuh lagi
kenikmatan hanya sesaat
menyesatkan aku dalam kehidupan
terlempar diri tak berguna.

aku lepaskan semua kenistaan
hidupku bagaikan dalam penjara
terasa hampa diri tak berdaya
menyendiri menikmati kegelapan

sesal diri ini butakan batinku
yang selama ini menyiksa
sesal diri ini melanda jiwaku
haruskah selalu kubawa


aku sadari semua tiada artinya
dari pada bisa jadi sengsara
lebih baik kujalani hidupku
dengan kesadaran yang mulai ada

aku coba menyemangati diri sendiri
dari hidup yang penuh kegelapan
penuh kenistaan
penuh penyesalan

Lanjutkan......

Friday, January 1, 2010

Karena Kamu

Begitu banyak pertanda hari ini akan datang,
tapi aku terlalu buta untuk menyadarinya.
semua kenangan itu, melayang jatuh seperti abadi,
membuatku tidak paham.

kalau persahabatan sejati itu tidak pernah ada di antara kita berdua,
harusnya aku tidak sebuta ini.
aku sudah begitu banyak berubah karena kamu hadir di hidupku,
kamu adalah nyanyian dalam hidupku.
dan sekarang…

aku tidak tahu lagi harus mulai membangun benteng pertahananku dari mana,
semuanya berserakan begitu saja.
aku menanggalkannya untuk menghormatimu
yang mengetuk pintu benteng itu dengan begitu sopan.
tapi sekarang.....

Lanjutkan......

Saturday, October 24, 2009

Belajar dari sebuah penyesalan...^^

Kekecewaan Kadang selalu membuat kita Capek...
Merasa lelah dan prustasi....
Kadang Kehidupan Yang luas pun terasa sempit..
Namun itulah kondisi di mana kita harus bisa mengendalikan diri

Ada saatnya kehidupan ini....
Tidak selalu datar dan normal seperti apa yang kita harafkan
Tidak selalu keinginan itu bisa kita dapatkan
Namun satu hal yang mudah-mudahan selalu membuat kita kuat yaitu sabar

Kadang orang pikir sabar itu ada batasnya...
Memang...tapi ketika kata-kata itu keluar
Itulah puncak dari segala keprustasian kita
Yang mau untuk mendapatkan segala sesuatu dengan ketergesaan

Padahal.....
Untuk menuju kesana...
Kita harus melewati sebuah proses jalan yang panjang dan berliku
Kita harus bisa melewati semua itu

Kecewa.....
Kadang sebuah kata yang tidak senang mendengarnya
Apalagi diri kita yang mengalaminya
Sungguh itu adalah sesuatu yang tidak ingin mengalaminya

Namun jalan hidup....
kadang siapa yang tau...
Segala sesuatu yang belum terjadi atau hari yang akan datang
Adalah sebuah hasil rencana dari saat ini kita memulainya

Kecewa....
Apakah kita akan kecewa dengan sebuah kegagalan
Apakah kita akan kecewa dengan sebuah keinginan yang tidak bisa kita dapatkan
Apakah kita akan lemah dengan semua yang kita rasakan

Apakah kita akan meratapi dengan semua kejadian itu...
Tentu tidak.....kita masih bisa terus memandang ke depan
Kita masih bisa untuk terus melangkahkan kaki ntuk berjalan
Walaupun hanya dengan kesendirian

Kecewa....
Belajar dari sana kadang sulit untuk bisa kita lakukan
Kita hanya bisa tertunduk dan terdiam
Meratapi sebuah perjalanan hidup yang kadang hanya bisa menyalahkan

Bukankah kita yang menikmatinya
Bukankah kita yang menjalankanya
Lalu mengapa semua itu kita yang harus mengalaminya
Hm...Sebuah kata yang penuh dengan sebuah kekecewaan

Kecewa....
Jangan terus kita berlarut dalam putaran itu
Kita bisa Ntuk merasakan bahagia
Ketika kita menjalani hidup ini dengan bahagia

Lalu bagaimana kita bisa mendapatkan kebahagiaan
Tanyakanlah pada hatimu....
Apa yang membuatmu senang...
Apa yang membuatmu tersenyum

Maka Lakukanlah itu..
Kerjakanlah itu...
Carilah sebuah ketenangan yang bisa kamu mendapatkanya
Carilah sebuah kepuasan yang membuatmu nyaman

Dan semua itu kamu bisa mendapatkanya
Semua itu bisa kamu meraihnya
Bagaimana caranya...
Tanyakanlah pada hatimu dan pasti kamu bisa melakukanya

Lanjutkan......

Monday, June 22, 2009

kloset

Bentuk oval yang exotis dan permukaanya yang lembut selalu membuatku nyaman ketika khuhantarkan kedua belah pahaku dan sentuhanya membuat serasa kutak ingin beranjak dari pangkuannya.

Satu jam saja rasanya belum cukup waktuku untuk mencurahkan semua keresahan,kebahagiaan tanda tanya dan segalanya. keheningan,pengap asap dan air itu seakan selalu berkata "bicaralah padaku".

Kurasakan dunia lain bak dunia fantasi mini yang membawaku terbang mengarungi galaxi hati. bebas,lepas tak terbatas!!!

Sebuah mahakarya ciptaan manusia. WCku tercinta disudut kampung tabba.

Lanjutkan......

Wednesday, June 17, 2009

Pidato President Obama diMesir (B.Indonesia)

Terima kasih. Selamat siang. Saya merasa terhormat berada di kota Kairo yang tak lekang oleh waktu, dan dijamu oleh dua institusi yang luar biasa. Selama lebih seribu tahun, Al Azhar telah menjadi ujung tombak pembelajaran Islam, dan selama lebih seabad, Universitas Kairo telah menjadi sumber kemajuan Mesir. Bersama, anda mewakili keselarasan antara tradisi dan kemajuan. Saya berterima kasih atas keramahan anda, dan keramahan rakyat Mesir. Saya juga bangga membawa niat baik rakyat Amerika, dan menyampaikan salam perdamaian dari warga muslim di negara saya: “assalamu’alaikum”.

Kita bertemu pada saat ada ketegangan besar antara Amerika Serikat dan warga Muslim seluruh dunia – ketegangan yang berakar pada gerak sejarah yang melampaui setiap perdebatan kebijakan yang kini berlangsung. Hubungan antara Islam dan Barat selama berada-abad mencakup koeksistensi dan kerja sama, tapi juga konflik dan peperangan bernuansa agama. Akhir-akhir ini, ketegangan muncul akibat kolonialisme yang menyangkal hak dan peluang bagi banyak warga Muslim, serta Perang Dingin yang membuat banyak negara dengan mayoritas penduduk Muslim diperlakukan sebagai boneka dengan mengabaikan aspirasi mereka. Lebih jauh lagi, perubahan besar yang diusung oleh modernitas dan globalisasi membuat kalangan Muslim menilai Barat bersikap memusuhi Islam.

Kelompok ekstrimis garis keras telah mengeksploitasi hubungan yang tegang itu, jumlah mereka kecil namun memiliki potensi di kalangan Muslim. Serangan pada 11 September 2001 dan upaya berkelanjutan dari kalangan ekstrimis ini untuk menyerang warga sipil telah membuat sebagian kalangan di negara saya menilai Islam bukan cuma memusuhi Amerika dan negara Barat, melainkan juga hak asasi manusia. Semua ini semakin memupuk rasa takut dan saling tidak percaya.

Selama hubungan Barat dan Islam ditentukan oleh perbedaan-perbedaan, kita akan memperkuat mereka yang menyebarkan kebencian ketimbang perdamaian, serta memperkuat mereka yang mempromosikan konflik ketimbang kerja sama yang dapat membantu rakyat mencapai keadilan dan kemakmuran. Lingkaran kecurigaan dan permusuhan ini harus kita akhiri.

Saya datang ke Kairo untuk mengupayakan awal baru antara Amerika Serikat dan Muslim diseluruh dunia, berdasarkan kepentingan bersama dan rasa saling menghormati – dan berlandaskan pada kenyataan bahwa Amerika dan Islam tidaklah eksklusif satu sama lain, dan tidak perlu bersaing. Kedua pihak bertemu dan berbagi prinsip yang sama – yaitu prinsip-prinsip keadilan dan kemajuan; toleransi dan martabat semua umat manusia.

Saya menyadari perubahan tidak dapat terjadi dalam semalam. Saya tahu banyak harapan terhadap pidato ini, tetapi satu pidato tidak akan mampu menghapus rasa curiga yang terpupuk selama bertahun-tahun, dan dalam waktu singkat siang ini saya juga tidak akan mampu menjawab semua pertanyaan rumit yang membawa kita ke titik ini. Tapi saya percaya bahwa agar bisa melangkah maju, kita harus secara terbuka mengatakan kepada satu sama lain hal-hal yang ada dalam hati kita, dan yang seringkali hanya diungkapkan di belakang pintu tertutup. Harus ada upaya terus menerus untuk mendengarkan satu sama lain; saling belajar satu sama lain; saling menghormati, dan mencari persamaan. Sebagaimana kitab suci Al Qur’an mengatakan, “Ingatlah kepada Allah dan bicaralah selalu tentang kebenaran.” Ini yang akan saya lakukan hari ini – berbicara tentang kebenaran sesuai kemampuan saya, dengan rendah hati oleh tugas di depan kita, dan dengan keyakinan bahwa kepentingan bersama yang kita miliki sebagai umat manusia jauh lebih kuat daripada kekuatan-kekuatan yang memisahkan kita.

Sebagian dari keyakinan ini berakar dari pengalaman saya pribadi. Saya penganut Kristiani, tapi ayah saya berasal dari Kenya yang turun temurun penganut Muslim. Saat kecil, saya tinggal di Indonesia beberapa tahun dan mendengar lantunan adzan subuh dan maghrib. Ketika muda, saya bekerja di komunitas-komunitas kota Chicago yang banyak anggotanya menemukan martabat dan kedamaian dalam keimanan Islam.

Sebagai pelajar sejarah, saya juga mengetahui peradaban berhutang besar terhadap Islam. Adalah Islam – di tempat-tempat seperti Universitas Al-Azhar – yang mengusung lentera ilmu selama berabad-abad, dan membuka jalan bagi era Kebangkitan Kembali dan era Pencerahan di Eropa. Adalah inovasi dalam masyarakat Muslim yang mengembangkan urutan aljabar; kompas magnet dan alat navigasi; keahlian dalam menggunakan pena dan percetakan; dan pemahaman mengenai penularan penyakit serta pengobatannya. Budaya Islam telah memberikan kita gerbang-gerbang yang megah dan puncak-puncak menara yang menjunjung tinggi; puisi-puisi yang tak lekang oleh waktu dan musik yang dihargai; kaligrafi yang anggun dan tempat-tempat untuk melakukan kontemplasi secara damai. Dan sepanjang sejarah, Islam telah menunjukkan melalui kata-kata dan perbuatan bahwa toleransi beragama dan persamaan ras adalah hal-hal yang mungkin.

Saya juga tahu bahwa Islam selalu menjadi bagian dari riwayat Amerika. Negara pertama yang mengakui negara saya adalah Maroko. Saat menandatangani Perjanjian Tripoli pada tahun 1796, presiden kedua kami John Adams menulis, “Amerika Serikat tidaklah memiliki karakter bermusuhan dengan hukum, agama, maupun ketentraman umat Muslim.” Dan sejak berdirinya negara kami, umat Muslim Amerika telah memperkaya Amerika Serikat. Mereka telah berjuang dalam sejumlah peperangan, bekerja dalam pemerintahan, memperjuangkan hak-hak sipil, mengajar di perguruan-perguruan tinggi kami, unggul dalam arena-arena olah raga kami, memenangkan Hadiah Nobel, membangun gedung-gedung kami yang tertinggi, dan menyalakan obor Olimpiade. Dan ketika warga Muslim-Amerika pertama terpilih sebagai anggota Kongres belum lama ini, ia mengambil sumpah untuk membela Konstitusi kami dengan menggunakan Al Quran yang disimpan oleh salah satu Bapak Pendiri kami – Thomas Jefferson – di perpustakaan pribadinya.

Jadi saya mengenal Islam di tiga benua sebelum datang ke kawasan tempat agama ini pertama kali diturunkan. Pengalaman tersebut memandu keyakinan saya bahwa kemitraan antara Amerika dan Islam harus didasarkan pada apakah Islam itu, bukan pada apakah yang bukan Islam. Dan saya menganggap ini adalah bagian dari tanggung jawab saya sebagai Presiden Amerika Serikat untuk memerangi stereotip negatif tentang Islam di mana pun munculnya.

Tapi prinsip yang sama harus diterapkan pada persepsi tentang Amerika. Seperti halnya umat Muslim tidak sesuai dengan stereotip yang mentah, Amerika juga bukan stereotip mentah tentang sebuah kekaisaran yang memiliki kepentingan sendiri. Amerika Serikat telah menjadi salah satu sumber kemajuan terbesar yang dikenali dunia. Kami lahir akibat revolusi melawan sebuah kekaisaran. Kami berdiri berdasarkan ide bahwa semua orang diciptakan sama, dan kami telah menumpahkan darah dan berjuang selama berabad-abad untuk memberikan arti kepada kata-kata tersebut – di dalam batas negara kami, dan di sekeliling dunia. Kami terbentuk oleh setiap budaya, yang datang dari setiap sudut bumi, dan berdedikasi pada sebuah konsep sederhana: E pluribus unum: “Dari banyak menjadi satu”.

Banyak dikatakan menyangkut fakta bahwa seorang Amerika keturunan Afrika dengan nama Barack Hussein Obama dapat terpilih sebagai presiden. Tapi kisah pribadi saya bukanlah sesuatu yang unik. Mimpi akan kesempatan bagi semua belumlah terwujud bagi setiap orang di Amerika, tapi janji itu diberikan bagi semua yang datang ke pantai kami – termasuk hampir tujuh juta warga Muslim Amerika di negara kami saat ini yang memiliki pendapatan dan pendidikan lebih tinggi dari rata-rata.

Lebih jauh lagi, kebebasan di Amerika tidaklah terpisahkan dari kebebasan menjalankan agama. Itu sebabnya ada masjid di setiap negara bagian di negeri kami, dan ada lebih dari 1200 masjid di dalam batas negara kami. Itu sebabnya pemerintah Amerika telah maju ke pengadilan untuk membela hak wanita dan anak perempuan mengenakan hijab, dan untuk menghukum mereka yang mengingkarinya.

Jadi janganlah ada keraguan: Islam adalah bagian dari Amerika. Dan saya percaya bahwa Amerika memegang kebenaran dalam dirinya bahwa terlepas dari ras, agama, dan posisi dalam hidup, kita semua memiliki aspirasi yang sama – untuk hidup dalam damai dan keamanan; untuk memperoleh pendidikan dan untuk bekerja dengan martabat; untuk mengasihi keluarga kita, masyarakat kita, dan Tuhan kita. Ini adalah hal-hal yang sama-sama kita yakini. Ini adalah harapan dari semua kemanusiaan.

Tentu saja, mengenali persamaan kemanusiaan merupakan awal dari tugas kita. Justru ini adalah awal. Kata-kata saja tidak dapat memenuhi kebutuhan rakyat. Kebutuhan baru terpenuhi jika kita bertindak berani di tahun-tahun mendatang; Dan kita harus bertindak dengan pemahaman bahwa tantangan-tantangan yang kita hadapi adalah tantangan bersama, dan kegagalan kita mengatasinya akan merugikan kita semua.

Karena kita telah belajar dari pengalaman baru-baru ini bahwa ketika sistem keuangan melemah di satu negara, kemakmuran di mana pun ikut dirugikan. Ketika jenis flu baru menulari satu orang, semua terkena risiko. Ketika satu negara membangun senjata nuklir, risiko serangan nuklir bagi semua negara ikut naik. Ketika kelompok ekstrim keras beroperasi di satu rangkaian pegunungan, rakyat di seberang samudera pun ikut menghadapi bahaya. Dan ketika mereka yang tak bersalah di Bosnia dan Darfur dibantai, itu menjadi noda dalam nurani kita bersama. Itulah artinya berbagi dunia di abad ke-21. Inilah tanggung jawab kita kepada satu sama lain sebagai umat manusia.

Dan ini adalah tanggung jawab yang sulit diemban. Karena sejarah manusia telah merekam berbagai bangsa dan suku yang mencoba menaklukkan satu sama lain demi kepentingan sendiri. Tapi di era baru ini, sikap seperti itu justru akan mengalahkan diri sendiri. Karena saling ketergantungan kita, setiap tatanan dunia yang mengangkat satu bangsa atau sekelompok orang lebih tinggi dari yang lain pada akhirnya akan gagal. Jadi apa pun pikiran kita mengenai masa lalu, kita tidak boleh terperangkap olehnya. Masalah-masalah kita harus ditangani dengan kemitraan; kemajuan harus dibagi bersama.

Itu tidak berarti kita tidak mengindahkan sumber-sumber ketegangan. Justru yang disarankan adalah sebaliknya: kita harus menghadapi ketegangan-ketegangan ini secara langsung. Dan dalam semangat ini, saya akan berbicara sejelas dan segamblang mungkin mengenai isu-isu spesifik yang saya percaya akhirnya harus kita hadapi bersama.

Isu pertama yang harus kita hadapi adalah ekstrimisme garis keras dalam semua wujud.

Di Ankara, saya telah menjelaskan bahwa Amerika tidak sedang – dan tidak akan pernah – berperang dengan Islam. Kami akan, meski demikian, tak lelah-lelahnya melawan kelompok ekstrim keras yang mengancam serius keamanan kami. Karena kami menolak apa yang juga ditolak oleh semua orang beragama: yaitu pembunuhan laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang tidak bersalah. Dan adalah tugas saya yang pertama sebagai Presiden untuk melindungi rakyat Amerika.

Situasi di Afghanistan mendemonstrasikan sasaran-sasaran Amerika dan kebutuhan kita untuk bekerja sama. Lebih tujuh tahun lalu, Amerika Serikat mengejar Al Qaida dan Taliban dengan dukungan internasional yang luas. Kami tidak melakukannya karena ada pilihan, kami melakukannya karena perlu. Saya sadar bahwa sejumlah orang mempertanyakan atau membenarkan peristiwa serangan 11 September. Tapi mari kita perjelas: Al Qaida membunuh hampir 3000 orang pada hari itu. Para korban adalah kaum pria, wanita, dan anak-anak yang tidak bersalah dari Amerika dan banyak negara lain yang tidak berbuat apa-apa untuk melukai orang lain. Tapi Al Qaida memilih untuk dengan kejam membunuh mereka, mengklaim pujian atas serangan tersebut, dan bahkan sekarang menyatakan tekad mereka untuk membunuh lagi dalam skala sangat besar. Mereka memiliki kaki tangan di banyak negara dan sedang mencoba untuk memperluas jangkauan mereka. Ini bukan opini yang dapat diperdebatkan; ini adalah fakta yang harus dihadapi.

Janganlah salah paham: kami tidak menginginkan tentara kami di Afghanistan. Kami tidak berencana mendirikan basis militer di sana. Sangat menyakitkan bagi Amerika untuk kehilangan nyawa banyak warga pria dan wanita kami. Adalah mahal dan sulit secara politik untuk melanjutkan konflik ini. Kami dengan senang hati akan memulangkan setiap tentara kami jika kami bisa yakin bahwa tidak ada kaum ekstrimis keras di Afghanistan dan Pakistan yang bertekad membunuh sebanyak mungkin orang Amerika sebisa mereka. Tetapi hal itu tidak bukanlah kenyataan yang ada sekarang. Itulah sebabnya kami bermitra dengan koalisi 46 negara. Dan meksi biayanya besar, niat Amerika tidak akan melemah. Tak satu pun dari kita yang seharusnya mentoleransi kaum ekstrimis seperti ini. Mereka telah membunuh di banyak negara. Mereka telah membunuh orang dari beragam agama – lebih dari yang lain, mereka telah membunuh umat Muslim. Tindakan-tindakan mereka sangat bertentangan dengan hak umat manusia, kemajuan bangsa-bangsa, dan dengan Islam. Kitab suci Al Quran mengajarkan bahwa siapa yang membunuh orang tak bersalah, maka ia seperti telah membunuh semua umat manusia; dan siapa yang menyelamatkan satu orang; maka ia telah menyelamatkan semua umat manusia. Iman indah yang diyakini oleh lebih semiliar orang sungguh lebih besar daripada kebencian sempit sekelompok orang. Islam bukanlah bagian dari masalah dalam memerangi ekstrimisme keras – Islam haruslah menjadi bagian penting dari penggalakan perdamaian.

Kami juga tahu bahwa kekuatan militer saja tidak akan memecahkan masalah di Afghanistan dan Pakistan. Itu sebabnya kami berencana untuk menanam investasi sebesar 1,5 miliar dolar setiap tahun selama lima tahun ke depan untuk bermitra dengan warga Pakistan membangun sekolah, rumah sakit, jalan-jalan, dan usaha, dan ratusan juta untuk membantu mereka yang telah kehilangan tempat tinggal. Dan itu sebabnya kami menyediakan lebih dari 2.8 miliar dolar untuk membantu rakyat Afghanistan membangun ekonomi mereka dan menyediakan jasa-jasa yang dibutuhkan masyarakat.

Kini saya akan berbicara tentang masalah Irak. Tidak seperti Afghanistan, Irak adalah perang karena pilihan yang telah menimbulkan perbedaan-perbedaan kuat di negara saya dan di dunia. Meski saya percaya bahwa rakyat Irak pada akhirnya lebih baik tanpa tirani Saddam Hussein, saya juga percaya bahwa peristiwa-peristiwa di Irak telah mengingatkan Amerika tentang perlunya menggunakan diplomasi dan membangun konsensus untuk mengatasi masalah-masalah kita kapan pun memungkinkan. Kita bahkan dapat mengingat kata-kata salah satu presiden terbesar kami, Thomas Jefferson, yang mengatakan: “Saya berharap kebijakan kita akan bertambah sejalan dengan kekuatan kita, dan mengajarkan kita bahwa semakin sedikit kita menggunakan kekuatan, justru semakin besar kekuatan itu.”

Hari ini Amerika memiliki dua tanggung jawab: yaitu untuk membantu Irak membangun masa depan yang lebih baik, dan untuk menyerahkan Irak ke tangan rakyat Irak. Saya telah menjelaskan kepada warga Irak bahwa kami tidak berencana mendirikan basis di sana, dan tidak mengklaim baik teritori maupun sumber daya mereka. Kedaulatan Irak ada di tangan mereka sendiri. Itu sebabnya saya memerintahkan pencabutan brigade-brigade tempur kami sampai bulan Agustus mendatang. Itu sebabnya kami akan menghormati kesepakatan kami dengan pemerintah Irak yang terpilih secara demokratis untuk menarik pasukan tempur dari kota-kota Irak pada Juli mendatang, dan untuk memulangkan semua tentara kami dari Irak pada tahun 2012. Kami akan membantu Irak melatih Tentara Keamanan dan membangun ekonominya. Tapi kami akan mendukung Irak yang aman dan bersatu sebagai mitra, dan tidak pernah sebagai pelindung.

Dan akhirnya, seperti halnya Amerika tidak pernah bisa mentoleransi kekerasan oleh kaum ekstrimis, kami tidak pernah boleh mengompromikan prinsip-prinsip kami. Serangan 11 September adalah trauma besar bagi negara kami. Rasa takut dan marah yang muncul karenanya bisa dipahami, tapi dalam sejumlah kasus, itu telah membuat kami bertindak berlawanan dengan pemikiran-pemikiran kami. Kami sedang mengambil langkah-langkah konkret untuk mengubah arah. Saya telah sepenuhnya melarang praktik penyiksaan oleh Amerika Serikat, dan saya telah memerintahkan penutupan penjara di Teluk Guantanamo awal tahun depan.

Jadi Amerika akan membela diri, dengan menghormati kedaulatan bangsa-bangsa dan aturan hukum. Dan kami akan melakukannya dalam kemitraan dengan masyarakat-masyarakat Muslim yang juga terancam. Semakin cepat kaum ekstrimis diisolasi dan diusir dari dalam masyarakat-masyarakat Muslim, semakin cepat kita semua akan menjadi selamat.

Sumber ketegangan besar yang kedua yang perlu kita diskusikan adalah situasi antara warga Israel, Palestina, dan dunia Arab.

Ikatan yang kuat antara Amerika dan Israel telah banyak diketahui. Ikatan ini tidak dapat dipatahkan. Ini lahir berdasarkan ikatan budaya dan sejarah, serta pengakuan bahwa aspirasi atas sebuah tanah air Yahudi berakar dari sebuah sejarah tragis yang tidak bisa diingkari.

Di seantero dunia, kaum Yahudi telah ditindas selama berabad-abad, dan anti-Semitisme di Eropa memuncak dalam peristiwa Holocaust yang tidak pernah ada sebelumnya. Besok saya akan mengunjungi Buchenwald yang menjadi bagian dari jaringan kamp-kamp tempat kaum Yahudi diperbudak, disiksa, ditembak, dan digas hingga tewas oleh Third Reich. Enam juta orang Yahudi terbunuh – lebih banyak dari seluruh populasi Yahudi di Israel hari ini. Mengingkari fakta tersebut adalah tidak berdasar, bodoh, dan penuh kebencian. Mengancam Israel dengan penghancuran – atau mengulangi stereotip keji tentang umat Yahudi – sungguh sangat salah dan hanya akan membangkitkan kembali ingatan yang terperih di benak umat Yahudi sembari mencegah perdamaian yang patut dimiliki rakyat di kawasan ini.

Di sisi lain, tidak bisa diingkari bahwa rakyat Palestina – baik yang Muslim maupun yang Kristen – telah menderita dalam perjuangan memperoleh tanah air. Lebih dari enam puluh tahun, mereka telah merasakan sakitnya tidak memiliki tempat tinggal. Banyak yang menunggu di kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat, Gaza, dan tanah-tanah tetangga untuk sebuah kehidupan yang damai dan aman yang belum pernah mereka jalani. Mereka menerima hinaan setiap hari – besar dan kecil – yang hadir bersama pendudukan. Jadi janganlah ada keraguan: situasi yang dihadapi rakyat Palestina tidaklah dapat ditoleransi. Amerika tidak akan bersikap tidak acuh terhadap aspirasi sah Palestina atas martabat, kesempatan, dan sebuah negara milik mereka sendiri.

Selama beberapa dekade, yang ada hanyalah jalan buntu: Dua rakyat dengan aspirasi yang sah, masing-masing memiliki sejarah menyakitkan yang membuat kompromi sulit dilakukan. Adalah mudah untuk menuding – rakyat Palestina menuding hilangnya tempat tinggal akibat berdirinya negara Israel, dan rakyat Israel menuding permusuhan yang terus menerus dan serangan dari dalam batas negaranya sendiri dan dari luar sepanjang sejarah negara tersebut. Tapi jika kita melihat konflik ini hanya dari satu sisi mana pun, maka kita akan dibutakan dari kebenaran: satu-satunya resolusi adalah aspirasi kedua pihak diwujudkan melalui dua negara, di mana rakyat Israel dan Palestina masing-masing hidup dalam damai dan keamanan. (tepuk tangan)

Ini adalah kepentingan Israel, kepentingan Palestina, dan kepentingan Amerika. Itu sebabnya saya berniat untuk secara pribadi mengejar hasil ini, dengan segala kesabaran yang dituntut oleh tugas ini. (tepuk tangan) Kewajiban-kewajiban yang telah disepakati pihak-pihak menurut Peta Jalan telah jelas. Supaya perdamaian terwujud, waktunya bagi mereka – dan bagi kita semua – untuk melakukan tanggung jawab kita.

Warga Palestina harus meninggalkan kekerasan. Perlawanan lewat kekerasan dan pembunuhan adalah salah dan tidak akan berhasil. Selama berabad-abad, rakyat kulit hitam di Amerika menderita hentakan pecut sebagai budak dan penghinaan akibat pemisahan berdasarkan warna kulit. Tetapi bukan kekerasan yang memenangkan hak-hak persamaan sepenuhnya. Sebuah tuntutan damai namun penuh tekad bagi realisasi kondisi ideal yang merupakan inti dari pendirian Amerika. Kisah sama ini juga diceritakan oleh rakyat mulai dari Afrika Selatan sampai Asia Selatan; dari Eropa Timur sampai Indonesia. Sebuah kisah yang mengandung kebenaran yang sederhana: bahwa kekerasan merupakan sebuah jalan buntu. Bukanlah sebuah tanda keberanian atau kekuasaan kalau menembak roket ke anak-anak yang sedang tidur, atau meledakkan perempuan tua di dalam bis. Itu bukanlah cara untuk mengklaim moralitas; namun itu merupakan cara untuk menghilangkannya.

Kini waktunya untuk warga Palestina memusatkan perhatian kepada apa yang bisa mereka bangun. Penguasa Palestina harus mengembangkan kemampuan untuk memerintah, dengan institusi yang melayani kebutuhan rakyatnya. Hamas memiliki dukungan di sebagian kalangan rakyat Palestina, tetapi mereka juga punya tanggung jawab. Guna memainkan peran yang memenuhi aspirasi rakyat Palestina, dan untuk mempersatukan rakyat Palestina, Hamas harus mengakhiri kekerasan, menghormati persetujuan di masa lalu dan mengakui hak eksistensi Israel.

Secara bersamaan, rakyat Israel harus mengakui bahwa sebagaimana hak Israel untuk eksis tidak bisa dibantah, demikian pula halnya dengan hak Palestina. Amerika Serikat tidak menerima keabsahan dari mereka yang berniat melenyapkan Israel ke dalam laut, tetapi kami juga tidak menerima keabsahan dari penerusan pembangunan pemukiman (tepuk tangan) Yahudi. Pekerjaan konstruksi ini melanggar persetujuan sebelumnya dan melemahkan usaha mencapai perdamaian. Sudah tiba waktunya pembangunan pemukiman ini dihentikan. (tepuk tangan)

Israel harus memenuhi kewajibannya untuk memastikan rakyat Palestina bisa hidup dan bekerja serta membangun masyarakat mereka. Selain menghancurkan banyak keluarga Palestina, terus berlangsungnya krisis kemanusiaan di Gaza juga tidak memperkuat keamanan Israel; begitu pula halnya dengan terus berlangsungnya kelangkaan peluang di Tepi Barat. Kemajuan dalam kehidupan sehari-hari rakyat Palestina harus menjadi bagian dari peta jalan menuju perdamaian, dan Israel harus mengambil langkah-langkah konkrit untuk memberdayakan kemajuan semacam itu.

Akhirnya, Negara-Negara Arab harus menyadari bahwa Inisiatif Perdamaian Arab merupakan awal yang penting, tetapi bukan akhir dari tanggung jawab mereka. Konflik Arab – Israel tidak bisa lagi dipakai untuk mengalihkan perhatian rakyat negara-negara Arab dari masalah-masalah lainnya. Sebaliknya, konflik itu harus menjadi penggerak untuk membantu rakyat Palestina mengembangkan institusi yang akan melanggengkan negara mereka; mengakui hak Israel; serta memilih kemajuan ketimbang fokus pada masa lalu yang begitu melemahkan.

Amerika akan menyesuaikan kebijakannya dengan mereka yang memperjuangkan perdamaian dan mengatakan secara terbuka apa yang kami katakan secara pribadi kepada warga Israel, Palestina, dan Negara-Negara Arab. (tepuk tangan) Kita tidak bisa memaksakan perdamaian. Tetapi secara pribadi, banyak orang Muslim menyadari bahwa Israel tidak akan lenyap; juga banyak orang Israel menyadari perlunya kehadiran sebuah negara Palestina. Waktunya sudah tiba bagi kita untuk bertindak berdasarkan apa yang oleh setiap orang diketahui merupakan hal yang benar.

Terlalu banyak air mata sudah diteteskan. Terlalu banyak darah sudah ditumpahkan. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk berjuang menciptakan sebuah masa dimana para ibu Israel dan Palestina bisa menyaksikan anak-anak mereka tumbuh tanpa ketakutan; masa dimana Tanah Suci dari ketiga agama besar merupakan tempat perdamaian yang diinginkan Allah; masa dimana Jerusalem merupakan tempat tinggal aman dan langgeng bagi orang Yahudi dan Kristen dan Muslim, dan merupakan sebuah tempat untuk semua keturunan Abraham hidup bersama secara damai sebagaimana dikisahkan dalam ISRA, ketika Musa, Yesus dan Muhammad (damai bersama mereka) bergabung dalam ibadah doa. (tepuk tangan)

Sumber ketegangan ketiga adalah kepentingan kita bersama sehubungan hak-hak dan tanggung jawab negara-negara atas senjata nuklir.

Isu ini menjadi sumber ketegangan baru-baru ini antara Amerika dan Republik Islam Iran. Selama bertahun-tahun, Iran mendefinisikan dirinya sebagian lewat oposisinya terhadap negara saya, dan memang ada sejarah yang kacau di antara kami. Di tengah-tengah Perang Dingin, Amerika memainkan peran dalam penggulingan pemerintah Iran yang terpilih secara demokratik. Sejak Revolusi Islam, Iran telah memainkan peran dalam tindak penyanderaan dan kekerasan terhadap pasukan dan warga sipil Amerika. Sejarah ini diketahui secara luas. Daripada terperangkap dalam masa lalu, saya telah menjelaskan kepada para pemimpin dan rakyat Iran bahwa negara saya siap untuk melangkah maju. Pertanyaannya kini, bukanlah apa yang ditentang Iran, tetapi masa depan apa yang ingin dibangunnya.

Sulit untuk mengatasi puluhan tahun ketidakpercayaan, tetapi kami akan maju dengan keberanian, kebenaran dan tekad. Banyak isu yang harus dibahas oleh kedua negara kita, dan kami siap melangkah maju tanpa prasyarat namun didasarkan pada sikap saling menghormati. Tetapi jelas bagi semua pihak yang berkepentingan bahwa dalam soal senjata nuklir kita telah mencapai titik yang menentukan. Ini bukan sekedar terkait kepentingan Amerika, ini berhubungan dengan pencegahan perlombaan senjata nuklir yang bisa menyebabkan wilayah ini terjerumus ke dalam jalur sangat berbahaya dan menghancurkan tatanan non-proliferasi global.

Saya memahami mereka yang memprotes bahwa beberapa negara memiliki senjata sementara yang lainnya tidak. Tak satupun negara bisa menentukan negara-negara mana yang boleh memiliki senjata nuklir. Itulah sebabnya saya secara kuat mempertegas komitmen Amerika untuk mengusahakan sebuah dunia di mana tak satu pun negara memiliki senjata nuklir. (tepuk tangan) Dan setiap negara – termasuk Iran – harus punya akses ke energi nuklir untuk tujuan damai apabila ia patuh pada tanggung jawabnya dibawah Persetujuan Non-Proliferasi Nuklir. Komitmen itu merupakan inti dari Persetujuan itu, dan harus diberikan kepada semua pihak yang mematuhinya.

Isu keempat yang akan saya tanggapi adalah demokrasi.

Saya percaya pada sebuah sistem pemerintahan yang memberi hak bersuara kepada rakyatnya, dan yang menghormati penegakan hukum serta hak untuk semua manusia. Saya tahu bahwa ada kontroversi tentang penggalakkan demokrasi dalam tahun-tahun terakhir ini, dan sebagian dari kontroversi ini terkait dengan perang di Irak. Saya perjelas: sistem pemerintahan apa pun tidak bisa dipaksakan kepada sebuah negara oleh negara lainnya.

Tetapi hal itu tidak mengurangi komitmen saya kepada negara-negara yang mencerminkan keinginan rakyatnya. Setiap negara menghidupkan prinsip-prinsipnya dengan caranya sendiri, yang berasal dari tradisi rakyatnya. Amerika tidak berpretensi tahu apa yang terbaik untuk semua orang, sebagaimana juga kami tidak berpretensi bahwa kami bisa menentukan hasil dari sebuah pemilihan damai. Tetapi saya memiliki keyakinan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi bahwa semua orang merindukan hal-hal tertentu: Kemampuan untuk mengungkapkan pendapat dan ikut menentukan bagaimana bentuk pemerintahan; mempercayai penegakan hukum dan penyelenggaraan keadilan yang sama untuk setiap orang; pemerintahan yang transparan dan tidak mencuri dari rakyatnya; kebebasan untuk hidup sesuai pilihan masing-masing. Itu bukan sekedar ide-ide Amerika, itu adalah hak asasi manusia dan oleh karena itu kami akan mendukungnya di mana saja. Tak ada garis lurus untuk menciptakan janji itu. Tetapi yang jelas adalah: pemerintahan-pemerintahan yang melindungi hak-hak ini pada akhirnya akan lebih stabil, sukses dan aman.

Tak ada garis lurus untuk menciptakan janji itu. Tetapi yang jelas adalah: Memberangus ide-ide tidak pernah berhasil melenyapkannya. Amerika menghormati hak-hak dari semua suara damai dan patuh hukum agar didengar di seluruh dunia meskipun kita tidak sepakat dengan mereka. Dan kami menyambut gembira semua pemerintahan terpilih dan damai – asalkan mereka memerintah dengan menghormati rakyatnya. Dimanapun kekuasaan itu berada, pemerintahan dari rakyat dan untuk rakyat merupakan standar tunggal untuk semua fihak yang memegang kekuasaan.

Butir ini penting karena ada yang memperjuangkan demokrasi hanya pada saat mereka tidak berkuasa; setelah berkuasa, mereka secara keji memberangus hak-hak orang lain. (tepuk tangan) Di manapun kekuasaan itu berada, pemerintahan dari rakyat dan untuk rakyat merupakan standar tunggal untuk semua pihak yang memegang kekuasaan. anda harus mempertahankan kekuasaan lewat konsensus, bukan pemaksaan; anda harus menghormati hak-hak minoritas, dan berpartisipasi dalam semangat toleransi dan kompromi, anda harus mendahulukan kepentingan rakyat anda dan usaha sah dari proses politik di atas kepentingan partai. Tanpa ramuan ini pemilihan saja tidak akan menciptakan demokrasi yang murni.

Isu kelima yang harus kita tanggapi bersama adalah kebebasan beragama.

Islam memiliki sebuah tradisi toleransi yang patut dibanggakan. Kita menyaksikan hal ini dalam sejarah Andalusia dan Kordoba. Saya menyaksikan hal itu langsung ketika masih kanak-kanak di Indonesia, di mana warga Kristen yang saleh bebas beribadah di sebuah negara yang mayoritas penduduknya Muslim. Itulah semangat yang kita butuhkan kini. Orang di setiap negara harus bebas memilih dan menjalankan keyakinan mereka berdasarkan keyakinan pikiran, hati dan jiwa. Toleransi ini penting agar agama bisa berkembang, tetapi juga ditantang dengan berbagai cara.

Di kalangan Muslim tertentu ada kecenderungan yang merisaukan, yakni mengukur kedalaman keyakinan diri sendiri lewat penolakan keyakinan orang lain. Kebhinekaan agama yang memperkaya harus ditegakkan – apakah itu kelompok Maronit di Lebanon atau Koptik di Mesir. (tepuk tangan) Dan garis pemisah juga harus dihilangkan di antara warga Muslim, sebagaimana perpecahan antara Sunni dan Syiah telah mengakibatkan kekerasan yang tragis, khususnya di Irak.

Kebebasan beragama penting bagi kemampuan rakyat hidup bersama. Kita harus senantiasa menelaah cara-cara yang kita pakai untuk melindunginya. Misalnya, di Amerika Serikat, peraturan sumbangan amal telah mempersulit warga Muslim untuk memenuhi kewajiban agama mereka. Itulah sebabnya saya bertekad untuk bekerja sama dengan warga Muslim Amerika guna memastikan mereka bisa memenuhi zakat.

Juga penting agar negara-negara Barat mencegah larangan kepada warganegara Muslim untuk mempraktikkan agama sesuai kehendak mereka – misalnya, dengan mendikte pakaian apa yang boleh dikenakan seorang perempuan Muslim. Sederhananya, kita tidak bisa menyembunyikan ketidaksenangan terhadap agama apapun lewat alasan liberalisme.

Keyakinan seharusnya mempersatukan kita. Itulah sebabnya kami mengikhtiarkan proyek-proyek di Amerika yang mempertemukan warga Kristen, Muslim dan Yahudi. Itulah sebabnya kami menyambut gembira usaha dialog Antar Agama Raja Abdullah dan kepemimpinan Turki dalam Aliansi Keberadaban. Di seluruh dunia kita bisa memanfaatkan dialog menjadi pelayanan Antar Keyakinan, sehingga jembatan di antara berbagai rakyat mengarah pada tindakan – apakah itu berupa perang melawan malaria di Afrika atau menyediakan bantuan bencana alam.

Isu keenam yang ingin saya tanggapi adalah hak-hak perempuan.

Saya tahu ada perdebatan tentang isu ini. Saya menolak pandangan beberapa pihak di Barat bahwa perempuan yang memilih untuk menutupi rambutnya seakan-akan tidak memiliki persamaan hak, tetapi saya juga berpendapat bahwa seorang perempuan yang tidak bisa menikmati pendidikan tidak diberi kesamaan hak. Dan bukan kebetulan bahwa negara-negara di mana kaum perempuannya terdidik secara baik juga makmur.

Saya perjelas: isu-isu mengenai persamaan hak perempuan bukan semata-mata merupakan isu untuk Islam. Di Turki, Pakistan, Bangladesh dan Indonesia, kita saksikan di negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim, mereka memilih seorang perempuan untuk memimpin. Sementara itu, perjuangan bagi persamaan hak perempuan masih terus merupakan aspek dalam kehidupan di Amerika, dan di negara-negara di seluruh dunia. Itulah sebabnya Amerika akan bermitra dengan setiap negara yang mayoritas penduduknya Muslim guna mendukung perluasan pemberantasan buta huruf untuk perempuan, dan membantu perempuan muda memperjuangkan pekerjaan lewat pinjaman untuk usaha kecil yang membantu rakyat merealisasikan cita-cita mereka. Saya yakin putri-putri kita bisa menyumbang kepada masyarakat setara seperti putra-putra kita, (tepuk tangan) dan kemakmuran kita bersama bisa dimajukan dengan memberi kesempatan kepada semua orang – laki-laki dan perempuan – mencapai potensi mereka sepenuhnya. Saya berpendapat perempuan tidak harus membuat pilihan sama seperti laki-laki agar mencapai kesamaan, dan saya menghormati perempuan yang memilih peran tradisional dalam menjalankan kehidupan mereka. Tetapi hal itu haruslah merupakan pilihan mereka sendiri.

Akhirnya, saya ingin membahas pembangunan ekonomi dan kesempatan. Saya tahu untuk banyak kalangan, wajah globalisasi bertentangan. Internet dan televisi bisa mengantarkan pengetahuan dan informasi, tetapi juga seksualitas yang bersifat ofensif dan kekerasan tak berperi kemanusiaan. Perdagangan bisa menciptakan kekayaan dan peluang baru, tetapi juga gangguan dan perubahan di masyarakat. Di semua negara – termasuk negara saya – perubahan ini bisa menyebabkan ketakutan. Ketakutan karena akibat modernitas kita kehilangan kendali atas pilihan ekonomi kita, politik kita dan yang terpenting, identitas kita – hal-hal yang paling kita hargai dari masyarakat kita, keluarga kita, tradisi kita dan keyakinan kita.

Tetapi saya juga tahu kemajuan manusia tidak bisa ditampik. Tidak perlu ada kontradiksi antara pembangunan dan tradisi. Negara seperti Jepang dan Korea Selatan membina ekonomi mereka sambil tetap mempertahankan budaya mereka. Hal yang sama juga berlaku pada kemajuan mengagumkan dalam Islam mulai dari Kuala Lumpur sampai ke Dubai. Di masa kuno dan di masa kita, masyarakat Muslim membuktikan bahwa mereka mampu berada di garis depan inovasi dan pendidikan.

Ini penting karena tak ada strategi pembangunan yang semata-mata didasarkan pada apa yang dihasilkan tanah, dan strategi pembangunan juga tidak bisa dipertahankan kalau generasi mudanya tidak memiliki pekerjaan. Banyak Negara Teluk menikmati kekayaan sebagai akibat penghasilan minyaknya, dan beberapa sudah mulai memusatkan perhatian pada pembangunan yang lebih luas. Tetapi kita semua harus menyadari bahwa pendidikan dan inovasi akan menjadi faktor penentu dari abad ke 21. (tepuk tangan) dan di banyak masyarakat Muslim masih kekurangan investasi dalam bidang-bidang ini..Saya tekankan hal itu di negara saya. Dan sementara Amerika di masa lalu memusatkan perhatian pada minyak dan gas alam di bagian dunia ini, kami kini menghendaki hubungan yang lebih luas.

Dalam pendidikan, kami akan memperluas program pertukaran dan memperbanyak bea siswa, seperti yang mengantar ayah saya ke Amerika, sementara juga mendorong lebih banyak warga Amerika untuk belajar di tengah masyarakat Muslim. Dan kami akan menempatkan siswa-siswa Muslim yang menjanjikan di tempat-tempat magang di Amerika; melakukan investasi dalam pembelajaran online untuk guru-guru dan anak-anak di seluruh dunia; dan menciptakan jaringan online baru, sehingga seorang remaja di Kansas mampu berkomunikasi langsung dengan remaja di Kairo.

Dalam rangka pembangunan ekonomi, kami akan menciptakan sebuah korps relawan bisnis baru untuk bermitra dengan counterpartnya di negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim. Dan saya akan menyelenggarakan KTT Kewiraswastaan tahun ini untuk mengidentifikasi bagaimana kita bisa mempererat hubungan antara pemimpin bisnis, yayasan dan wiraswasta sosial di Amerika dan masyarakat Muslim di seluruh dunia.

Dalam bidang sains dan teknologi, kami akan meluncurkan sebuah dana baru untuk mendukung pembangunan teknologi di negara-negara yang mayoritas penduduknya Muslim, dan membantu mentransfer ide-ide ke pasar-pasar sehingga tercipta lapangan pekerjaan. Kami akan membuka pusat keunggulan sains di Afrika, Timur Tengah dan Asia Tenggara serta mengangkat Utusan Sains baru untuk bekerja sama dalam program-program yang mengembangkan sumber energi baru, menciptakan lapangan pekerjaan hijau, digitalisasi catatan, air bersih dan menumbuhkan tanaman panen baru. Dan hari ini saya mengumumkan sebuah usaha global baru bersama Organisasi Konferensi Islam guna memberantas polio. Dan kita juga akan memperluas kemitraan dengan masyarakat Muslim guna menggalakkan kesehatan anak dan ibu.

Semua ini harus dilakukan lewat kemitraan. Rakyat Amerika siap bergabung dengan warganegara dan pemerintahan; organisasi kemasyarakatan, pemimpin agama dan bisnis di masyarakat Muslim diseluruh dunia guna membantu rakyat kita memperjuangkan kehidupan yang lebih baik. Isu-isu yang telah saya uraikan tidak mudah ditanggapi. Tetapi kita punya tanggung jawab untuk bergabung demi memperjuangkan dunia yang kita cita-citakan – sebuah dunia di mana ekstremis tidak lagi mengancam rakyat kita, dan pasukan Amerika bisa pulang; sebuah dunia di mana rakyat Israel dan Palestina masing-masing memiliki negara mereka sendiri yang aman, dan energi nuklir dipergunakan untuk tujuan damai; sebuah dunia di mana pemerintahan melayani warganegaranya serta hak-hak dari semua umat Allah dihormati. Ini merupakan kepentingan bersama. Itulah dunia yang kita cita-citakan, tetapi hal itu hanya kita bisa capai bersama.

Saya tahu ada banyak – Muslim dan non-Muslim – yang mempertanyakan apakah kita bisa membina permulaan baru ini. Beberapa ingin menghasut api perpecahan, dan menghalangi kemajuan. Beberapa mengatakan hal ini tidak ada gunanya – bahwa kita sudah ditakdirkan untuk berseteru dan berbagai peradaban ditakdirkan beradu. Banyak lagi yang sekedar skeptis bahwa perubahan nyata bisa terselenggara. Begitu banyak ketakutan, begitu banyak ketidak percayaan. Tetapi kalau kita memilih untuk terperangkap dalam masa lalu maka kita tidak pernah akan melangkah maju. Dan saya secara khusus ingin mengatakan kepada generasi muda dari setiap kepercayaan, di setiap negara – anda, lebih dari orang lain, memiliki kemampuan untuk menata kembali dunia, menyusun kembali dunia.


Kita semua menghuni dunia ini untuk waktu yang singkat. Pertanyaannya adalah apakah kita melewatkan waktu itu terpusat pada hal-hal yang memecah belah kita, atau apakah kita mendedikasikan diri pada usaha – usaha berkesinambungan – untuk mencapai kesamaan, memusatkan perhatian pada masa depan bagi anak-anak kita dan menghargai harga diri semua insan manusia.

Hal-hal ini tidaklah mudah. Lebih mudah memulai perang ketimbang menghentikannya. Lebih mudah menuduh pihak lain ketimbang melakukan introspeksi diri; untuk melihat apa yang berbeda pada diri seseorang ketimbang menemukan kesamaan kita. Tetapi ada pula sebuah aturan yang merupakan inti setiap agama – bahwa kita memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan oleh mereka. Kebenaran ini berlaku lintas negara dan lintas rakyat – sebuah keyakinan yang tidak baru, yang tidak hitam atau putih atau coklat; bukan kebenaran Kristen, atau Muslim atau Yahudi. Ini merupakan keyakinan yang berdetak dalam dari buaian keberadaban, dan masih tetap berdetak dalam jantung miliaran manusia. Ini merupakan rasa percaya pada orang lain, dan hal itulah yang membawa saya kesini hari ini.

Kita memiliki kekuatan untuk menciptakan dunia yang kita cita-citakan, tetapi hanya apabila kita punya keberanian untuk memasuki awal yang baru, sambil ingat pada apa yang tertulis. Kitab Suci Al Quran mengatakan, “Wahai manusia! Sesungguhnya kami telah ciptakan kamu sekalian dari jenis laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu sekalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling kenal mengenal…”

Talmud mengatakan kepada kita: “Seluruh Torah adalah untuk maksud menggalakkan perdamaian.”

Kitab Suci Injil mengatakan pada kita, “Diberkatilah pencipta perdamaian, karena mereka akan disebut putra-putra Allah.”

Rakyat seluruh dunia bisa hidup bersama dalam damai. Kita tahu itu merupakan visi Allah. Kini, itu menjadi kewajiban kita di Dunia. Terima kasih. Dan semoga damai Allah bersama anda. Terima kasih banyak. Terima kasih. (tepuk tangan bergemuruh)

*****

Pidato Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Universitas Kairo (Cairo University) 4 Juni 2009. Dimulai Pukul 13.10 waktu setempat dan berakhir pada Pukul 14.05.


Lanjutkan......

Monday, September 22, 2008

SLANK dan Tasawuf...

Ada beberapa perasaan yang akan dijalani seorang murid (salik) dalam perjalanannya menuju Tuhan. Setiap murid akan berpindah dari satu perasaan ke perasaan yang lain sampai akhirnya dia akan merasakan perasaan rindu (syauq) dan lebih dari itu, bisa-bisa dia akan merasakan perasaan melebur dengan yang dia cintai itu, sampai-sampai dia tak lagi dapat melihat yang lain selain Sang Kekasih. Karena itu, tidak aneh jika ada seorang sufi seperti al-Hallaj yang pernah berkata: "Akulah Allah, akulah kebenaran, Maha suci aku". Keadaan seperti ini adalah keadaan di saat seorang sufi kehilangan perasaannya, dan ini telah menjadi istilah dalam buku-buku tasawuf dengan sebutan Syatah.

Lupakan tentang Syatah! Sekarang saya hanya ingin membicarakan lagu Slank yang berjudul "Kuil Cinta" dari album Original Soundtrack Get Married.

Seandainya Aa Gym atau Rhoma Irama, atau Opic yang menyanyikan lagu itu, mungkin saya tidak akan menulis tulisan ini. Seperti yang kita ketahui, Slank adalah nama sebuah band dan bukan tim nasyid. Saya cuma bingung dengan pengertian cinta yang dituturkan Kaka (sang vokalis) dalam lagu itu.

Kemaren saya baru saja ujian maddah tasawwuf, di buku itu saya menemukan beberapa pengertian cinta yang telah dikemukakan pengarang dari komentar-komentar ulama seputar kata cinta.

Dalam lagu kuil cinta, Slank juga mengemukakan beberapa pengertian tentang kata cinta. Bait pertama lagu itu berbunyi: "Cinta: Itu suci; Itu putih; Itu tinggi. Cinta: Itu murni; Itu bersih; Itu tinggi."

Dan coba bandingkan dengan pengertian-pengertian yang ditawarkan ulama yang mengatakan bahwa kata cinta dalam bahasa arab berarti: as-Shafa wa al-Bayadh (Bersih dan Putih) al-'Uluw wa adz-Dzuhur (Tinngi dan Jelas) al-Lubab wa al-Khulush (Isi dan Murni).

Begitulah seputar pengertian cinta yang di tawarkan oleh para ulama dan Slank, hampir sama!

Kemudian, kita lanjutkan ke bait berikutnya. Di bagian reff Kaka berteriak bahwa:

Kuil cinta menebar kebahagiaan.

Kuil cinta menyebar kedamaian.

Dalam lagu ini Kaka membicarakan cinta secara umum, karena tak ada disebutkan tujuan cinta itu kepada apa dan siapa, dan buah dari cinta itu adalah kebahagiaan dan kedamaian.

Dan saya yakin cinta yang dibicarakan Kaka disini adalah bukan cinta biasa, karena seandainya cinta yang mereka sebutkan itu adalah 'cinta yang biasa' maka mereka tidak berhak memutlakkan semua cinta akan berujung kepada kebahagiaan dan kedamaian.

Berapa banyak cinta yang hanya akan membuat kegelisahan, seperti mencintai apa yang ada di tangan orang lain? Berapa banyak kisah cinta yang berakhir menyedihkan? Dan berapa banyak yang terluka karena cinta? Semuanya sangat jauh dari kebahagiaan dan kedamaian.

Kalau cinta yang dibicarakan Slank bukanlah cinta biasa, lantas cinta apakah itu? Luar biasa! Iyah mungkin 'cinta luar biasa' lah yang akan mendatangkan kebahagiaan dan kedamaian, bukan hanya disini, bahkankan di kehidupan selanjutnya.

Saya mengatakan cinta sesama makhluk atau kepada benda adalah cinta yang biasa, karena cinta ini akan dapat dimiliki siapa saja, orang baik, penjahat, semua akan bisa merasakannya. Sangat berbeda dengan cinta kepada Sang Maha Penyayang. Mencintai-Nya hanya dapat dilakukan oleh orang-orang tertentu, bukan orang kafir, bukan munafik, bukan juga para pembangkang. Hanya orang yang percaya (beriman) yang akan mendapatkan legalisasi cinta ini.

Tentang hal ini Allah pernah berfirman yang artinya: "Katakanlah (wahai Muhammad) jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku! Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa kalian" (QS. Ali 'Imran: 31)

Bukan hanya sekedar ucapan, tapi Dia menuntut bukti dari mereka yang mengaku mencintai-Nya dengan mengikuti apa yang diisyaratkan utusan-Nya Muhammad bin Abdullah Shallallahu'alai wa sallam.

Dan sudah bisa dipastikan jika semua orang mengikuti Muhammad, maka takkan ada yang namanya kejahatan, kekacauan dan kekerasan. Karena sebagaimana yang kita ketahui dan yakini bahwa tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Nabi Muhammad atau perbuatan yang terlaku darinya, kecuali mengisyaratkan kepada kebenaran dan kebaikan. Dan jika semua orang berbuat baik, maka akan terciptalah yang namanya kebahagiaan dan kedamaian. Wallahua'lam!

Seperti yang di teriakkan Slank, bahwa: "Kuil cinta menebar kebahagiaan. Kuil cinta menyebar kedamaian." Jika saya boleh berkomentar lebih jelas lagi, saya akan mengatakan bahwa cinta yang mutlak (pasti) akan membawa kebahagiaan dan kedamaian adalah cinta kepada Sang Penyayang.

Mungkin –dengan tulisan ini- saya hanya ingin mengatakan bahwa: Musik bukan hanya sekedar bunyi! Selain nada dia juga masih mempunyai makna. Walaupun biasanya nada lah yang sering membuat kata-kata (lirik) menjadi lebih indah, namun lirik yang sembarangan juga akan membuat lagu menjadi kehilangan keindahannya.

Jika saya hanya melirik nadanya saja, mungkin sampai hari ini saya takkan pernah bisa menyukai musiknya Slank. Lagu-lagu Slank bagi saya adalah lagu-lagu yang luar biasa, bukan hanya "Kuil Cinta", diasana masih banyak lagu-lagu Slank yang meneriakkan tentang banyak hal yang memaksa para pendengarnya untuk bergerak (berkarya). Slank pernah menghina habis-habisan 'anak mami' yang hanya bergantung kepada orang tua. Kejujuran, kepolosan, kebersamaan, keberanian dan kewajiban terhadap tanah air semuanya telah diteriakkan oleh Slank. Dan inilah yang membedakan Slank dengan band-band lain, mereka tidak melulu membicarakan cinta dan sinta.

Terakhir, jika disana ada syarat untuk menjadi slanker, saya ingin tahu apa itu syaratnya?

Lanjutkan......

Wednesday, September 17, 2008

ReTaK5...

Saat mentari bersinar terang
Tubuh ini tak lagi berdiri tegak
Entah mengapa rasanya tak sanggup lagi
Walaupun hanya untuk bernafas saja
Pelangi mengajarkan untuk selalu tersenyum
Memberi warna ketika langit kelabu
Akankah diri ini bertahan!!!!
berhadapan dengan badai yang menerpa
Aku rasa……………..

Lanjutkan......

Datang dan Pergi

wajah-wajah
yang datang dan pergi
silih berganti menyulam hati
tinggalkan sepi sendiri

ku ingin mengerti
bertanya pada isi hati
pada gunung-gunung mimpi
dan pada anugrah ilahi
kapan semua itu bisa berhenti ?

ah....
hanya ilusi
menusuk jantung hati
yang sebentar beranjak pergi
dan akupun sendiri lagi

tapi ada yang tersisa
mengukir wangian hati hingga aku tak kuasa
menahan rasa yang teriak meronta
ingin merengkuhnya

ah....
hanya kepak angan yang terlalu tinggi
pasti sebentar beranjak pergi
seperti dulu lagi

kubur semua mimpi
sebelum aku terlambat menyesali
untuk yang kesekian kali...

Lanjutkan......

Monday, March 3, 2008

Aku Takut

Jiwaku melayang jauh dari bumi aku berpijak
Ragaku terpuruk di antar serpihan mimpi yang tlah usang
Batinku meronta tentang apa yang aku bayangkan
Hatiku terluka oleh angan bodoh yang tak mungkinmimpiku
Keruh harapku jauh terbawa
Sepihatiku perih jiwaku resah pikirku kalut
Aku takut…

Lanjutkan......

Bosan...

Aku bosan merasakan datangnya cinta
Tapi aku lebih bosan melihat caraku tersenyum menyambutnya
Aku bosan pada kata-kata cinta yang keluar dari mulutnya
Tapi aku lebih bosan pada caraku tersipu mendengarnya
Aku bosan saat menyadari aku bukanlah satu-satunya
Tapi aku lebih bosan pada keikhlasanku menerimanya
Aku bosan ketika aku harus membagi cinta
Tapi aku lebih bosan pada caraku menangisinya
Aku bosan pada rasa cemburuku atas cinta
Tapi aku lebih bosan pada caraku menafikkannya
Aku bosan saat dia buat hatiku terluka
Tapi aku lebih bosan saat dengan mudah aku memaafkannya
Aku bosan pada setiap perih yang kuderita
Tapi aku lebih bosan pada caraku meratapinya
Aku bosan pada setiap rasa kecewa yang menyesak di dada
Tapi aku lebih bosan pada caraku mencoba menguburnya
Aku bosan pada caraku memakinya
Tapi aku lebih bosan saat aku kembali memujanya
Aku bosan saat harus mencoba melupakannya
Tapi aku lebih bosan pada caraku menyesalinya
Aku bosan pada semua yang ada
Bahkan bosan pada setiap kebosanan yang kurasa

Lanjutkan......

Untuk apa Kita hidup...

Ketika aku dilahirkan didunia ini , segala sesuatu tampak indah. Cahaya menyinari wajah lembutku, angin meniupkan kehidupan dalam hatiku. begitu indahnya sampai aku lupa bagaimana perasaan tersebut.
di masa aku tumbuh,aku mengenal banyak pribadi yang berbeda, pribadi yang memiliki arti dalam keseharianya. mulai dari ayah , ibu, saudara,kawan,tapi apa aku bisa mengenal pribadi diriku sendiri???
kehidupan didunia ini bagaikan proyek film yang tak bakal kunjung usai, dimana diriku mesti memegang peranan penting untuk memainkanya. suatu fenomena memang kehidupan yang aku jalani kadang tak sejalan yang aku harapkan…..
Untuk apa aku hidup?? Untuk apa aku didunia ini ??? mungkin inilah pertanyaan yag selalu melayang-layang dalam pikiranku…….
Andaikan matahari terbit dari timur mungkin aku bisa mengembalikan semua kenangan yang telah terjadi ………… tapi apa itu mungkin????
Ketika aku menginjakkan kaki ke tanah bumi kinanah ini 11 November yang lalu, berati aku telah siap untuk bertarung dengan kehidupan yang ada.. karena pada Akhirnya langkah akulah yang terakhir yang akan dilihat orang. Tapi sekarang aku tak bisa...... dan belum siap.... mengapa....??? Hati ini terasa sempit bagi diriku.... Ya Rabb lapangkanlah hati ini.....

Lanjutkan......

February Kelabu

Senja itu mulai berpendar hilang dari langit bima sakti . . .Meninggalkan garis kemerah-merahan yang eksotis. Menimbulkan gurat senja yang membekas Pertanda sang senja akan berlalu, Berganti dengan hitam malam . . .Oranye itu telah berlalu dari hadapku . . . .Menjadi malam yang remang . . .

Dan aku,Masih terpaku sedari senja hingga kini, Terbuai dalam angan yang melayang bersama hembusan angin . . .Aku telah banyak menorehkan luka dalam hidupku sendiri . . . .Aku telah memiliki banyak sayatan dan goresan.

Februari,bulan kenangan yang menyakitkan . . . .Ketika cinta itu, mesti berbuah duka,Ketika harapan tak tergapai pada kenyataan . . .
February,Engaku itu bohong !!!! Kata orang, February itu identik dengan kasih sayang , , ,Tapi mengapa kasih sayang itu menghancurkanku . . . . .Mengapa kasih sayang itu jahat kepadaku Apakah aku belum boleh menikmati apa yang selama ini kuimpikan . . . .
February, Engkau mimpi burukku . . !!!!!!!

Lanjutkan......

Kehidupan...

Kehidupan adalah suatu nikmat bagi seseorang yang menyadari dan menghargai sebuah kehidupan, orang yang menghargai arti sebuah kehidupan orang yang tidak pernah putus asa dengan cara bunuh diri dan bunuh dan bunuh diri itu perbuatan yang paling bodoh dalam kehidupan.
Hidup ini adalah seperti suatu jalan yang di taburi dengan bunga-bunga dan ada kalanya bunga itu disirami dengan air mata dan darah, sebab hidup itu ada waktu susahnya dan ada kala waktunya sedih. oleh karena itu, hiduplah seperti pohon yang rindang tempat insan berteduh dan memetik hasil, jangan hidup seperti pohon yang kering yang hanya layak di jadikan kayu bakar, dan kemudian hanya menjadi abu yang tiada artinya.
Dan dalam hidup itu pasti ada yang jahat dan baik, ada juga orang - orang yang sombong, oleh karena itu pembohong terbesar dalam hidup ini adalah, orang yang selalu ngomong tentang dirinya sendiri. Jangan sekali kali anda percaya seseorang yang ngomong tentang dirinya sendiri tanpa ada bukti yang pasti.
Hidup ini mempunyai hari yang berbeda-beda dan setiap hari itu adalah sesuatu hari yang baru maka hadapilah hari yang baru itu dengan semangat yang baru.
Tapi kenapa gw gak semangat2 padahal gw sering membuat orang lain untuk semangat....!!??
Ya Rabb... jangan kunci hati ini dengan kemunafikanku...!!

Lanjutkan......

Tuesday, February 26, 2008

Mengapa..........??

Dulu kumengagumimu karena kau cantik

Dulu kumengagumimu karena kau cerdik
Dulu kumengagumimu karena kau mau terbang ke langit
Dulu kumembanggakanmu karena kau bertanya padaku tentang masa depan
Dulu kumembanggakanmu karena kau tak pernah puas dengan yang biasa
Dulu….itu dulu…..
sebelum aku pergi
dan waktu itu kuingat kau berjanji
untuk tetap menjadi bidadari
Kini setelah ku akan kembali
angin musim semi mengabarkan padaku
engkau tidak seperti dulu lagi
sayapmu sudah mulai berdebu
sepatu putihmu telah menjadi abu2
dan mahkota lentikmu telah kau buang
Mengapa…..?
Mengapa kau lakukan ini….?
Aku tidak mengert,
Kau punya sayap untuk terbang ke surga
Kau punya cinta untuk melumpuhkan syaraf pemuja
Kau bahkan punya semuanya untuk mendapatkan semuanya
tapi mengapa kau tidak melakukannya
aku tidak mengerti
sama sekali tidak mengerti.

Lanjutkan......

Sunday, February 24, 2008

Belum ada judul....

Renungan............
sepanjang timur dan barat
Ratapan......... semilir menembus ke atap langit
Kicauan........mencoba memberi arti
Langit..........langit......... putramu bertambah umur
tapi dia bersedih, airmata mengalir sederas gelombang ombak alexandria...
tersisa anak2 bertelanjang dada tak bisa membacaribuan bunda meregangkan nyawa kekasihnya cinta telah tersudut di lorong2 dunia.

Langit........langit........ putramu ingin melawan kodrat memberi setiap jiwa setetes bahagia yg bukan harapan lagi yang tidak hanya janji mencari kepastian walau dia tahu itu tak mungkin
Langit......langit..........Putramu menemukan seorang bidadari yang cantik nan jelita namun, dia tidak tau bahwa putramu mencintainya. padahal putramu ingin sayap sayap harapan dan semangat agar bidadari menemaninya berjuang.
Langit.......langit.........hembuskan pesan pada semesta, permohonan maaf putramu atas ketidak mampuan atas ketidaktahuan atas kebingungan atas semua yang belum bisa dia lakukan.

Lanjutkan......

Untukmu Sahabat

Ku ciptakan sebuah lagu .... namun kau tak mendengarnya. aku buat syair .... namun kau tak dapat membacanya. aku ukir sebuah lukisan .... namun kau tak melihatnya. itulah laguku...itulah syairku...itulah lukisanku...hanya kau lah yang mengerti tentang aku sahabatku....
kita ni bagaikan kopi dengan gula bila kita minum kopinya saja akan terasa pahit, namun bila dicampur dengan gula nikmat rasanya. itulah hidup kadang pahit kadang manis. tuk itu kita harus tetap bersahabat, Agar bisa saling berbagi yang manis ataupun pahit. biarpun persahabatan kita hanya sementara namun jika kita pelihara, akan jadi abadi kekal selamanya dan akan terasa indah ,lebih dari orang yang sedang kasmaran. karena persahabatan tak kenal cemburu,tak kenal iri, tak kenal marah, tak kenal dendam. semua itu bisa dilewti dengan kita saling berbagi kesusahan atau kebahagian. untukmu sahabatku


Tony Mummy, Abou Ganobey, Raka Andy

Lanjutkan......

Untukmu

.......hari berganti hari...........waktu terus berputar kian tak pernah henti.......Aku slalu teringat!Dmn qta pernah kenal dan bertanya jawab tentang diri pribadi kita, yg mana kita belum saling kenal dan saling cuek.

Tuk itu aku ingin kita selalu ingat akan waktu itu.
Hari ini aku ucapkan moga kau slalu dalam keadaan baik dan sehat wal'afiat
agar kita slalu dapat" bersama seperti sedia kala "wahai sahabatku yang slalu ku ingat aku hanya bisa sampaikan rasa rinduku! akan kehadiranmu di setiap wktu yang ku harap engkau Akan menemaniku dimana aku sedih..aku senang aku akan selalu INGAT dirimu sahabat Tiada cinta..kasih..sayang..yang indah dan tulus selain dari seorang sahabat sejati karena dunia ini takan indah tanpa persahabatan....

Lanjutkan......

Tuesday, February 19, 2008

UNTUKKU DAN UNTUKMU

Kasih sayang dan kekerasan selalu berperang dihati manusia seperti malapetaka yang berperang dilangit malam yang pekat ini. tetapi kasih sayang selalu dapatmengalahkan kekerasan. Karena ia adalah anugerah Tuhan dan ketakutan-ketakutan malam iniakan berlalu dengan datangnya siang."
Cinta adalah satu-satunya kebebasan di dunia, karena cinta membangkitkan semangat yanghukum-hukum kemanusiaan dan gejala-gejala alami pun tak bisa mengubah perjalannya."
Kata yang paling indah dibibir umat manusia adalah kata "ibu" dan panggilanpaling indah adalah"ibuku" ini adalah kata penuh harapan dan cinta, kata manis dan baik yang keluar dari kedalaman hati."
Terus terang, tidak banyak orang dewasa yang bisa melihat alam.pecinta alam adalah dia yang persaannya luar-dalam sungguh sesuai satu sama lainyang talah memelihara semangat masa kecil bahkan sampai memasuki era manusia biasa."
Alangkah buruknya kasih sayang yang meletakkan batu disatu sisi bangunan dan menghancurkandinding disisi lainya. sesungguhnya jarak terbesar adalah yang terletak antaraperbuatan dan yang semata-mata hasrat karena dalam keteringatan tidak ada yang dinamakan jarakdan dalam kelupaan terdapat teluk yang tidak bisa dijembatani baik oleh suaramu maupun matamu."

Mencitai adalah masalah penting bagi manusia. bila kita mampu mengurai cinta,maka hakekat cinta akan berubah menjadi sesuatu itulahkenyataan cinta.cinta memang tidak mudah untuk dimengerti."
Mereka katakan jika orang memahami dirinya,dia memahami orang. Tetapi aku katakan kepadamu, apabila orang mencitai seseorang, dia belajar sesuatu mengenal dirinya sendiri.
Sungguh malang apabila aku mengulurkan sebuah tangan kosongkepada orang-orang dan tidak menerima apa-apa tetapi sungguh sengsara adanikata aku menurukan tanganyang berisi dan tidak seorang pun yang mau menerimannya.
Jika engkau benar benar membuka matamu dan melihat, engkau akan menyaksikan bayanganmu dalamsemua bayanganmu dalam semua bayangan. dan bukalah telingamu,lalu dengarla, maka engkau akan mendengar suaramu sendiri dalam semua suara.
Manusia mana yang mampu meninggalkan sebuah istana besar yang talah ia bangun sepangjang hidupnyawalaupun istana itu adalah penjaranya sendiri? sunggu sulit untuk meninggalkannya walau hanya sehari.
Apabila cinta memanggilmu, ikutilah dia, walapun jalannya terjal berliku-liku dan apa bila sayapnya merangkuhmu, pasrah dan menyerahlah kepadanya walau pedang yang tersembunyi disayap itu melukaimu. dan jika dia bicara keapadamu, percayalah, walaupun ucapannya membuyarkan mimpimu, bagai angin utara mengobrak-abrik pertamanan."

Lanjutkan......

Cukup Sudah

Kubertanya padamu, benarkah ini? ketika rasa itu datang lagi
untuk yang kesekian kali berbisik, menggoda dan mempermainkan hati atas nama cinta sejati.
nuraniku menjerit, cukup sudah ... atau memang engkau manusia lemah yang mudah lengah..??
cukup sudah... atau hanya semata, sebuah alasan sempurna, pelampiasan hasrat atas nama kasih sejati.
aku bukan nahkoda yang liar berkelana mengarungi satu persinggahan ke dermaga kasih yang lain atas nama cinta sejati.
akankah rasa itu tak mau sirna ? tetap saja bergelora kian membara
cukup sudah... atau aku yang terlalu manja dengan hati masih mungkinkah tersisa waktu untuk berbenah diri,
tapi apakah tak semestinya begitu haruskah terlintas seribu tanya agar kau tahu jawabnya..??kuharap kau faham tentangnya.
kini betapa aku tlah mengerti bahwa aku memang manusia yang tidak bisa mencintai atas nama cinta sejati.
cukup sudah...

Lanjutkan......

Daftar Pengunjung

Clip Musik Chadas..