Monday, May 30, 2011

Medekati Ajal

Di bawah terik panasnya matahari di siang bolong itu angin tertiup kencang dan gersang. Debu padang pasir beterbangan ke udara, memekat tebal, menutup pemandangan keindahan kota Cairo beberapa saat lamanya. Diseberang jalan, suara teriakan anak kecil yang menawarkan tissue kepada pejalan kaki mewarnai keramaian terminal hay-10 Nasr City. Suara anak kecil itu seperti mau menerpa dan menumbangkan hembusan angin gersang yang datang dari padang pasir. anak sekecil itu, sudah bermain dan berpacu dengan waktu. hidup yang sederhana membuatnya harus kerja keras demi untuk menyambung hidup keluarganya, walaupun hanya sekedar jualan tissu.

Tiba-tiba suara anak kecil itu terhenti!!
Sebagai gantinya dari sebuah masjid kecil didekat terminal terdengar suara muadzin mengumandangkan adzan menandakan waktu shalat dzuhur telah tiba. Keramaian saat itu seakan terhipnotis dengan panggilan yang begitu khas dari syurga.

Aku mengamati kesemua penumpang didalam buss yang aku tumpangi nampaknya mereka juga merasakan kegelisahan sama seperti yang aku alami saat ini. Mungkin karena buss mini ini begitu lama untuk melaju. Sudah kurang lebih 30 menit aku berada didalam buss mini ini. Salah satu penumpang yang berdiri tegap dan berteriak dengan nada kesal “ya usto ahsan nimsy” pak supir ayo cepat kita berangkat!!!
“Dia berteriak berkali-kali”. Nampaknya supir buss itu sedang asik mengobrol dengan petugas terminal dan menghiraukan asal teriakan itu.

Aku hanya berdiam membisu di kursi pojok samping kaca mobil. Melihat orang itu berteriak teriak tanpa menghiraukan suaran adzan yang sedang berkumandang. Sesekali aku menghelakan nafas. Mengelap keringat dengan tissue yang tadi aku beli disamping masjid Al-Azhar.
Aku bingung tidak bisa berbuat apa-apa. Aku tidak sabar harus menunggu lama berjam-jam didalam buss ini. Cuaca panas yang membuat aku tambah kesal seakan aku berada didalam oven yang siap dipanggang.

Suara adzan sepertinya selesai berkumandang. Dalam batinku menyuruhku agar keluar dari dalam buss ini. perasaan ini datang secara tiba-tiba mungkin Allah menyuruhku agar aku melakasanakan shalat dzuhur terlebih dahulu. Tapi disisi lain menyuruhku agar aku tetap berdiam didalam buss ini. Karena sulit sekali aku mendapatkannya lagi. belum tentu ketika aku keluar kemudian aku bisa duduk kembali seperti ini.

Dan setelah lama aku menunggu, akhirnya buss yang aku tumpangi ini mau berangkat juga, dalam doaku, Bismillah semoga kita selamat sampai tujuan “ Amin “ selang beberapa menit kemudian nada dering yang sudah tidak asing lagi handphoneku berdering…” assalamualaikum..” ya walaikumsalam, aku menjawabnya dengan mantap” Maaf ini dengan kak Dadan Ali Murdani!! Ya saya sendiri, Dan aku kembali bertanya ” maaf ini dengan siapa ya!! dengan keheranan kok yang telpon seperti suara wanita”, oh saya Salsabila kak tp temen2 biasa panggil Chacha!! Gini, saya menemukan passport punya kakak di buss mungkin ketinggalan atau jatuh, kebetulan yang menemukanya orang mesir dia memberikanya kepada saya. Karna didepan passportnya ada tulisan milik warga Indonesia. “Ooh iya tadi waktu dimobil dari kampus ada pemeriksaan dari kepolisian mesir untuk memeriksa warga asing barangkali ada yang illegal. mungkin karna terburu-buru saya selipkan di dalam buku yang sedang saya baca” seling aku memotong pembicaraanya.” oh iya kak, Dan kebetulan teman serumah Chaca, ada yang kenal sama kakak..namanya kak Siti Mariyam.. kaka kenal kan yang namanya kak Siti Maryam!!?? Oh iya kenal, saya sering panggil dia Ijem dia teman seangakatan saya. Berarti dia yang kasih tau nomer handphone saya..!! iya kak benar “ jawabnya kembali.

Sementara angin panas berhembus memasukin buss mini dari sela-sela jendela dan diwarnai padatnya penumpang yang saling berdesakan sesekali mereka mengelap keringat dengan tissue karna kegerahan akibat cuaca yang sangat panas. Sebelum pergi kekampus biasanya aku selalu mengecek suhu cuaca kota Cairo. Dan tepatnya suhu cuaca untuk hari ini berkisar 39 derajat ceclius sampe 45 C* aku membandingkan dengan suhu kota Jakarta yang biasa dibilang kota yang sangat panas karna polusi udara, padatnya penduduk dan kurangnya penghijauan. Itu belum seberapa panasnya dibandingkan dengan suhu kota Cairo saat ini. Sejenak aku berfikir bagaimana dengan panasnya api neraka” Nau’dzubillah himindzalik ya Rabb..

Kamipun melanjutkan pembicaraan. "Hemm Oh ya Cha, hari ini bisa gak kalo passportnya saya ambil??" Oh iya ya kak jam berapa?? Klo sekarang aja gimana?? Jawab kubalik” Dalam pikirku mumpung mobil belum terlalu jauh biar bisa balik lagi ke hay-10 nasr city. Oh iya gak apa-apa “ Salsabila pun menyanggupi” ya udah sekarang saya lagi dibuss mau berangkat terminal hay-10 ( hay-10/ komplek kesepuluh dimana kebanyakan warga asia kususnya orang Indonesia ) iya kak nanti Chacha kesana salamualaikum. Iya syukron walaikmsalam. dalam gumamku, lebih baik kehilangan ongkos 1 Pond dari pada kehilangan passport. Akupun meminta supir untuk berhenti. Ya ustto ahsan naazil!!
Setelah aku turun dari mobil itu, aku menaiki jembatan penyebrangan dan kembali kearah berlawanan. Huuuhh!!! Aku gak tahan dengan cuaca panas seperti ini. sebenarnya aku pengen cepat-cepat pulang kerumah rebahan istirahat dengan kipas angin. Tapi apa boleh buat passport adalah bagian dari hidupku untuk tinggal dinegara seribu menara ini. Bisa bahaya kalau ada pemeriksaan seperti sewaktu pulang dari kampus tiba-tiba ada pemeriksaan dan aku tidak membawa passport bisa saja dicurigai memasuki Negara ini dengan illegal dan aku sangat tidak mau kalau ada urusan dengan Polisi. Apa lagi setelah adanya Revolusi Mesir yang diawali 25 January kemarin suasana keamanan belum sepenuhnya aman dari pada hari-hari sebelumnya. dan terjadi Revolusi banyak pemeriksaan passport. mobil- tank masih banyak yang berjaga jaga ditakutkan ada demo susulan seperti tanggal 27 hari jumat kemarin. Terjadinya yaumul godob atsany , hari kemarahan rakyat mesir jilid dua dikarnakan mereka menginginkan President Hosne Mubarok dan antek anteknya harus cepat-cepat diadili.

Singkat cerita. Dengan angkot warna putih, akupun kembali ke terminal hay-10. Setiba di terminal aku melihat sosok wanita berpakaian biru langit dengan kerudung biru… hemm mungkin dia orangnya.. HPku kembali nyaring berbunyi. “seperti apa yang aku lihat ternyata benar “ aku sengaja tidak mengangkat panggilan teleponnya. udah keliatan ini kok orangnya.. dari belakang aku menyapa. Salamualaikum… Salsabila ya..?!?!?! oh iya walaikumsalam oh ini kak Dadan..? iya insya allah. Lhoh kok ada insya allahnya berarti gak seratus persen asli orangnya donk hehe… just kidding kak..!! oh gak apa-apa santai aja lagian saya juga suka canda kok.. oh iya kak ni passportnya tadinya kak Maryam mau nganter kesini Cuma dia baru datang banget dari kampus masih capek katanya. jadi titip salamnya aja buat kakak. iya walaikumsalam “jawabku memberisalam” oh ya Salsabila makasih yah, udah ngerepotin salsabila nih, gak tau nih harus balas budi pake apa.!! “ panggil chacha aja kan biar manggilnya simple.. oh iya chacha.. santei aja kak lagian sama-sama orang Indonesia ini kok, apa salahnya harus saling tolong menolong hehe.. iya sekali lagi, makasih ya Syukron banget..!! " dalam lamunanku duh wanita yang berada didepanku kalo sedang tersenyum subhanallah anggun dan manisnya wanita ini" oh ya kita ngobrolnya ditempat yang teduh aja yuk panas nih sekalian kita minum asir ashop( minuman jus tebu) ya itung-itung traktiran sederhana, karna sudah menyelamatkan passportku apa salahnya aku mengajaknya untuk membalas atas kebaikannya.

keliatanya dengan rasa malu akhirnya dia meng iyakan tawaranku. Setelah lumayan panjang lebar, kita asik mengobrol berdua dicafe. Dah hampir 30 menit nih kita disini, kayaknya gak bisa lama2 lain kali aja kita lanjut ngobrolnya. " aku mencoba utk mengakhiri pembicaraan." Oya kak ,Chacha habis ini juga mau langsung bimbel (bimbingan belajar) karna minggu depan sudah mulai ujian, doanya aja kak, iya sama-sama saling mendoakan aja ya Nanjah ma’an Amiin. “Jawabku kembali” saya juga tanggal 5 juli nanti dah mulai ujian sampai tanggal 12 agustus lumayan lama hehe… wah klo gitumah sama dong kak, Chacha juga mulainya sih tanggal 6 juli selesainya tanggal 6 agustus sama2 sebulan lebih dikit.. Oh ya Cha, ya udah atuh hati-hati yah kalau mau langsung Bimbel, nanti salam aja buat Ijeum. kok dipanggil ijeum ?? " tanya Chacha." biar dia yg jelasin deh hehe "jawabku kembali" Iya kak nanti Chacha sampaikan insya allah. “Iya syukron jawabku kembali” hati-hati juga kaka mau langsung pulang kan? "Iya mau langsung pulang." pulang kemana? "dia kembali bertanya"pulang ke kutomiyah. lumayan jauh, dari hay10 sejam perjalanan biasanya kalo pulang naik buss mini nomer 69 warna kuning yg biasa nongkrong disebelah sana. sambil aku menunjukan bussnya. oh iya kak, Ya udah Chacha jalan duluan ya makasih atas asir asopnya hehe " aku selalu tersipu kalo dia tersenyum" .. oh iya iya silahkan sama-sama..."jawabku kembali"

Akhirnya kita sama-sama meninggalkan caffe itu. Akupun bergegas untuk menaiki kembali mobil yang jurusan kerumahku. Namun mobil yang telah ku naiki, penumpangnya sudah penuh jadi tidak lama lagi harus menunggu penumpang karna mungkin aku penumpang terakhir. Ya walaupun tidak mendapatkan jatah Jok kursi its oke deh. Lagian udah biasa ini hampir pulang kerumah gk pernah dapat jatah kursi duduk fiuuhh..”akupun kembali menghelakan nafas”… setelah jauh mobil ini meninggalkan terminal, tiba-tiba gak biasanya macet sangat panjang seperti ini, sampai saja buss ini Cuma sedikit berjalan perlahan lahan… dari dalam buss sesekali aku mengintip dari jendela barangkali ada sesuatu yang menyebabkan terjadinya macet, tak lama kira-kira 20 menit buss ini melewati jalan jalur cepat terusan kota Suez apa yang aku lihat ternyata sungguh diluar jangakauan.

Astagfirullah ya Allah Innalillahi wainna ilaihi Rojiun…seperanjak aku kaget dan aku benar sangat sangat kaget ternyata buss yang aku naiki tadi terguling dan menelan banyak korban. Aku melihat para korban sangat kesakitan ketika sedang diangkut menaiki ambulans.. ada juga sebagian diantara mereka yang meninggal . aku yakin banget dan aku sangat kenal muka-muka dari antara mereka. Dari mulai supir buss orang yg duduk disamping aku dan orang yang tadi teriak-teriak meminta agar buss itu cepat jalan. Sungguh Allah mempunyai kehendak lain atas adanya musibah tersebut. Tubuhku sangat bergetar menyaksikan musibah tersebut Bagaimana kalau aku tidak turun dari buss itu!! Mungkin nasibku akan sama seperti mereka. dan tidak tau mungkin keadaanku sekarang seperti apa… bisa saja aku tewas mengenaskan seperti mereka. dan sedangkan aku tadi belum sempat menunaikan solat dzhur, nauzubillah kalau aku harus mati dalam keadaan belum menunaikan ibadah kepada Allah.

Aku bersyukur Ya Allah terimakasih Kau telah menyelamatkan nyawaku dari jurang maut. aku belum siap untuk kembali disisiMu karna aku masih banyak dosa yang telah aku lakukan selama ini, dan aku belum bisa berbakti kepada orangtua sepenuhnya dan belum istiqomah menunaikan hajat hajatku untuk menuntut ilmu diNegara para Nabi ini.

"Dari salah satu penumpang yang sedang aku naiki penasaran bertanya kepada orang-orang yang berada ditempat kejadian". Yang aku pahami ternyata mobil yang aku naiki barusan berjalan dengan keadaan sangat cepat, sangat dimaklum memang karna jalan terusan kota Suez emang kusus jalur cepat. tapi katanya dari salah satu penumpang menjelaskan ban depan kiri mobil tiba2 meletus mungkin akibat daripada kepanasan atw entah lah. sehingga, sang supir tidak bisa mengkontrol awak buss akhirnya tanpa diduga mobil itu nabrak trotoar kemudian berguling sampe tiga kali gulingan dan mengakibatkan para penumpang berjatuhan terobok obok didalam buss itu sungguh sangat mengenaskan…

Perlahan lahan mobil yang sedang aku naiki, sesaat meningalkan lokasi kejadian. Dan akhirnya aku pulang kerumah dengan selamat .Alhamdulillah aku hampir saja mendekati ajalku. terima kasih ya Allah kau masih mau memberikan kesempatan untuk hidup lebih lama lagi. Semoga kehidupan selanjutnya bisa lebih baik lagi, setelah ada kejadian yang telah kau perlihatkan dengan kekuasaanMu.

7 komentar:

Post a Comment

Daftar Pengunjung

Clip Musik Chadas..